dream of krowe

16 September 2010

Wisata Pesisir

Filed under: Pantai — Tag: — Lehy @ 11:04 am

Pantai MarundaWisata pesisir… mendengar kata itu pasti pikiran kita langsung melayang ke daerah pantai. Kali ini saya menelusuri pantai di kawasan utara Jakarta. Melewati jalan arteri Marunda dengan menggunakan motor. Cuaca panas dan debu dari terpaan truk pengangkut container tidak mengurungkan niat saya untuk melihat seperti apa tempat wisata yang digandrungi oleh masyarakat sekitar yang tidak bisa menikmati fasilitas wisata dengan polesan modern dan memadai seperti wisata pantai yang juga berada di wilayah Jakarta Utara dikarenakan masalah ekonomi.

Melewati jembatan Marunda harus sedikit berhati-hati, karena terdapat lubang di tiap jalannya. Menurut informasi sudah beberapa kali jembatan rusak dan kemudian direnovasi kembali, namun beberapa saat rusak lagi. Mungkin hal ini terjadi karena jalur ini adalah jalur utama bagi truk container untuk mencapai kawasan industri Marunda.

Tidak jauh dari jembatan terdapat pertigaan yang disebut Pasar Bebek, walau nama tempat ini adalah Pasar Bebek tapi jumlah bebek yang dijual tidak terlalu banyak. Malahan didominasi oleh pedagang ayam. Di pasar ini juga terdapat penjual nangka, jambu mete (jambu monyet), blewah dan beberapa hasil kebun lainnya.

Perjalanan terus saya lanjutkan ke arah timur, di sisi kanan dan kiri terdapat tambak pemancingan ikan. Ada beberapa orang yang memancing atau sekedar menonton orang yang memancing :p

Setiba di sebuah pertigaan saya berbelok ke arah STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Dari sini saya menelusuri jalan halus menuju ke bangunan rumah susun. Ada beberapa rumah susun yang berdiri tegak tapi sepertinya masih kosong tidak berpenghuni.

Rumah Si PitungBeberapa saat saya berkeliling melihat sekitar bangunan rumah susun, menuju salah satu cagar budaya Rumah Si Pitung, jawara dari Betawi. Kawasan Rumah Si Pitung terdapat di tengah pemukiman warga. Rumah si Pitung adalah sebuah bangunan rumah panggung berwarna merah yang konon digunakan oleh Pitung untuk bersembunyi dari kejaran Belanda. Untuk memasuki rumah ini harus menaiki sebuah tangga dan melepaskan alas kaki. Di beranda setiap pengunjung akan disambut oleh seorang penjaga dan pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu.

Di rumah ini seperti rumah pada umumnya terdapat beranda, ruang tamu, kamar, ruang makan juga dapur. Di tiap dinding terdapat tulisan-tulisan yang menggambarkan kisah perjalanan sang jawara dalam usahanya membantu rakyat, menghadapi Belanda juga bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Ada sebuah koper kuno yang terbuat dari besi yang sudah berkarat. Mungkin koper ini dulu digunakan untuk menyimpan hasil rampasan yang kemudian diberikan kepada rakyat, karena tidak ada keterangan yang menjelaskan sehingga saya berasumsi sendiri. Di sisi lain dari koper ini terdapat peta Jakarta tempo dulu dengan tulisan di atasnya PLATTEGROND VAN BATAVIA.

Selesai mengelilingi rumah, perjalanan saya lanjutkan menuju salah satu proyek pemerintah dalam mengatasi banjir yaitu Banjir Kanal Timur (BKT). Mengikuti tepian kanal menuju pantai. Di pantai terdapat beberapa orang yang memancing di tepi muara. Ada beberapa yang beruntung mendapat ikan tapi ada juga yang masih berharap ada yang mampir di kailnya. Tidak jauh dari situ banyak orang yang mengapung dengan ban dalam mobil. Ban mobil bekas itu ternyata disewakan untuk para pengunjung yang mau berenang.

Kondisi pantai sangat memprihatinkan, terdapat sampah di sana-sini. Kebanyakan sampah plastik yang hanyut dibawa air laut. Akibat ketidakpedulian masyarakat terhadap kebersihan sehingga mencemari tempat wisata rakyat ini. Sebenarnya ironis sekali melihat keadaan ini, mereka yang ingin mencari hiburan murah malah disuguhi sampah. Bila saja pantai di wilayah ini di akomodir dengan baik oleh instansi yang berwenang mungkin saja kawasan ini bisa dijadikan wisata pantai untuk rakyat seperti Anyer atau Tempat Hiburan Rakyat (THR) seperti di Lampung.

Hingga petang menjelang saya masih asyik duduk menikmati angin laut sambil melihat lalu lalang para pengunjung. Bergabung bersama mereka yang membutuhkan hiburan tanpa merogoh kocek… Saya berharap, tempat seperti ini akan selalu ada. Jangan melenyapkan tempat seperti ini untuk dibangun cottage, hotel atau bahkan mall yang hanya dapat dinikmati mereka yang memiliki uang.



Tema: Silver is the New Black. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.