dream of krowe

26 Agustus 2010

Kota Tua – Jakarta

Filed under: Museum — Tag: — Lehy @ 5:09 pm

Pertengahan 2010 yang super panasssss….. Bingung tidak ada yang harus dilakukan. Tiba-tiba muncul ide untuk berkeliling Jakarta. Tapi ke mana ya? Ehm… Kota Tua. Sudah lama ingin ke sana tapi tidak pernah terlaksana. Kapan lagi, mumpung ada waktu luang.

Segera saya mengontak seorang teman yang pernah bilang ingin ke sana juga. Ternyata dia bersedia, syukurlah… ada yang menemani. Setelah berjanji bertemu di suatu tempat, akhirnya kami meluncur ke sana dengan menaiki si mobil biru muda, mikrolet.

Tiba di perempatan Museum Bank Mandiri, kami segera turun. Sebenarnya ingin mencoba masuk ke Museum Bank Mandiri tapi karena ingin segera ke Kota Tua, kami tidak jadi masuk. Kami putuskan nanti setelah dari Kota Tua baru ke Museum Bank Mandiri. Karena tidak tahu di mana posisi persis Kota Tua, saya bertanya ke penjual liang teh yang mangkal di depan Museum Bank Indonesia, mengenai kendaraan menuju ke sana. Si penjual mengerutkan dahinya, sambil menunjuk ke tikungan yang tidak jauh dia berkata : “itu sudah Kota Tua mbak…”

Selama ini saya tahu Kota Tua ada di sekitar wilayah Kota, tapi tidak pernah tahu dimana tepatnya. Ternyata persis di dekat staisun Jakarta-Kota, padahal saya sering ke stasiun. Jadi malu sama si Bapak he…he… Tapi daripada tersesat kan memang lebih baik bertanya.

Ternyata siang itu kawasan Kota Tua lumayan ramai. Banyak penjual makanan dan aksesoris di sana. Juga banyak turis asing yang berkeliling sambil jepret sana-sini. Ternyata selain Museum Fatahillah, di sana juga terdapat beberapa museum lainnnya. Museum pertama yang saya masuki adalah museum wayang.

Sebelum masuk ke museum, kami membaca tarif yang tertera di depan museum. Ternyata tidak mahal, hanya dengan Rp 2000 saja kami sudah bisa masuk dan melihat-lihat ke dalam. Awalnya ingin menggunakan kartu mahasiswa supaya mendapat potongan menjadi Rp 1000, tapi sudahlah… saya tidak mau ribet mengeluarkan kartu dari dompet.

Di dalam kami disambut beberapa wayang di sisi kanan dan kiri lorong. Ada wayang Hanoman, Gatot Kaca, Srikandi dan lainnya. Saya tidak tahu berasal dari mana wayang tersebut atau pun jenisnya. Sebenarnya takut salah menjabarkannya karena saya tidak begitu mengerti dengan dunia perwayangan. Cuma sesekali suka melihat saja di televisi kalau dalang-dalang sedang beraksi. Itupun tidak semua bahasanya saya mengerti. Jadi dalam tulisan kali ini, saya tidak bisa menjabarkan mengenai wayang yang ada di dalam museum. Tapi di bagian ini kebanyakan adalah wayang golek.

Sampai di ujung lorong terdapat bagian yang terbuka, di sana terdapat tulisan dalam bahasa Belanda, maaf lagi tidak bisa menjelaskan apa isinya he.. he..


Masuk ke bagian belakang terdapat wayang-wayang yang terbuat dari karton. Terdapat pula wayang karton Daendels. Agak ke belakang sedikit ada alat-alat musik, gambang kromong.

Ke tingkat dua terdapat berbagai jenis wayang yang lain, ada wayang kulit, wayang Cina, wayang Betawi dan jenis wayang dari beberapa daerah. Di sisi lain terdapat berbagai alat gamelan yang biasa dipakai oleh dalang untuk mengiringi pertunjukan wayangnya.

Keluar dari Museum Wayang, kami menuju Museum Seni Rupa dan Keramik. Harga tiket sama dengan Museum Wayang. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 14.45 WIB, penjaga loket mengatakan kepada kami bahwa museum akan tutup pukul 15.00 WIB. Dia bertanya apakah kami akan tetap masuk atau tidak. Tapi kami memutuskan untuk tetap masuk ke dalam, walau waktu yang tersisa tinggal sedikit.

Memasuki ruangan depan terdapat barang-barang pecah belah seperti piring, mangkuk dan beberapa benda yang terbuat dari keramik. Ada beberapa yang sudah pecah di bagian pinggirnya. Di bagian belakang ada tangga melingkar menuju lantai atasnya. Tangga di bagian ini cukup sempit jadi harus bergantian menunggu pengunjung yang akan turun dulu baru yang di bawah bisa naik.

Di bagian atas terdapat beberapa keramik seperti yang di bawah juga beberapa patung Dewi Kwan Im dan beberapa patung dewa lainnya (saya tidak tahu dewa apa). Mengingat waktu yang tersedia tinggal sedikit, kami tidak berlama-lama di sini. Segera kami turun dan menuju ke bagian belakang. Di bagian ini terdapat lukisan-lukisan dari para maestro lukis seperti Affandi.

Di sisi lain bangunan (di seberang) juga terdapat beberapa lukisan. Di bagian ujung terdapat guci-guci yang terbuat dari tanah liat. Guci-guci ini ada dalam berbagai ukuran dari yang terkecil hingga ke yang terbesar. Di bagian ujung terdapat kendi-kendi (tempat air dari tanah liat) yang memiliki bentuk sangat unik.

Sebenarnya ada tangga seperti di sisi bangunan sebelumnya, tapi kami belum sempat naik karena dari luar para penjaga memberitahu bahwa museum akan segera ditutup jadi kami segera menuju pintu keluar.

Setelah dari museum seni rupa, kami menuju museum fatahillah. Kami kecewa, karena museum ini juga sudah tutup. Ternyata semua museum ditutup pada pukul 15.00 WIB. Akhirnya kami putuskan untuk berkeliling saja di sekitar museum. Sambil mencicipi es potong yang murah dan enak, cuma Rp 2.000/potong.

Sedikit saran buat yang akan berwisata di Kota Tua, buat yang tidak kuat panas dan takut hitam supaya membawa topi, jaket atau payung. Jangan datang di menit-menit terakhir museum akan ditutup, sehingga tidak bisa masuk ke museum yang berada di seputar Kota Tua seperti Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahillah sehingga tidak kecewa seperti kami.

Untuk info, selain museum yang sudah saya sebutkan tadi juga ada Museum Bahari yang ada di Jalan Pakin. Untuk ke sana cukup naik Mikrolet M15 (Kota-Bandan-Tanjung Priok). Sebenarnya juga ingin ke sana tapi mengingat jam buka museum sudah tutup, kami putuskan untuk pulang saja.


Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Silver is the New Black. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.